SEBUTLAH DALAM HATIMU.....!!!

عليكم بـــــــــــــ

AHLUS SUNNAH WAL JAMA'ah

SMS GRATIS

CINTA...!!

MENGENALMU ADALAH SUATU ANUGERAH..
MENYAKITIMU ADALAH SUATU LARANGAN..

MENDAMPINGI HIDUPMU ADALAH SUATU KEBAHAGIAAN..

MENINGGALKANMU ADALAH SUATU KEBODOHAN..

SEBUAH PESAN

Seorang Guru Pernah Berkata :

indahnya kehidupan bila kita dapat membagi dengan adil antara kesibukan dan menghamba kepada alloh ,dan pasti kita kan mendapati bahwa semua waktu kita di dunia ini adalah hanya milik alloh SWT

Ingin Mencari Sesuatu, clik kata kunci disini

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan

JAGALAH PANDANGANMU WAHAI SAHABATKU...



Satu hal yang hendaknya dicamkan benar-benar oleh setiap hamba Allah adalah bahwa Allah Azza wa Jalla itu ghafururrahiim. Dia adalah satu-satunya Zat yang mempunyai samudera ampunan dan kasih sayang yang Mahaluas. Tak ada dosa sebesar apapun yang tidak tenggelam dalam samudera ampunan dan rahmat kasih sayang-Nya, sejauh tidak menyekutukan-Nya.


Pantaslah Syaikh Ibnu Athoillah di dalam kitabnya yang terkenal, Al Hikam, menasehatkan, "Jika terlanjur berbuat dosa maka janganlah hal itu sampai menyebabkan patah hatimu untuk mendapatkan istiqamah kepada Tuhanmu. Sebab, kemungkinan yang demikian itu sebagai dosa terakhir yang telah ditaqdirkan bagimu."
Hati yang sakit, atau bahkan mati, disebabkan oleh noktah-noktah dosa yang bertambah dari waktu ke waktu karena amal perbuatan yang kurang terpelihara, sehingga menjadikannya hitam legam dan berkarat. Akan tetapi, bagaimana pun kondisi hati kita saat ini, tak tertutup peluang untuk sembuh, sehingga menjadi hati yang sehat sekiranya kita berjuang sekuat-kuatnya untuk mengobatinya. Ada empat virus perusak hati yang harus kita waspadai agar hati yang sakit atau mati dapat disembuhkan. Sementara hati yang sudah sehat pun dapat terawat dan terpelihara kebeningannya. Mudah-mudahan dengan mewaspadai keempat hal tersebut Allah Azza wa Jalla menolong kita.
Salah satunya yang membuat hati ini semakin membusuk, kotor dan keras membatu adalah tidak pandainya kita menahan pandangan. Barang siapa yang ketika di dunia ini tidak mahir menahan pandangan, gemar melihat hal-hal yang diharamkan Allah, maka jangan terlalu berharap dapat memiliki hati yang bersih. Umar bin Khattab pernah berkata, "Lebih baik aku berjalan di belakang singa daripada berjalan di belakang wanita." Orang-orang yang sengaja mengobral pandangannya terhadap hal-hal yang tidak hak bagi dirinya, tidak usah heran kalau hatinya lambat laun akan semakin keras membatu dan nikmat iman pun akan semakin hilang manisnya.
Sebenarnya bukan hanya mengumbar pandangan terhadap lawan jenisnya, melainkan juga orang yang matanya selalu melihat dunia ini. Melihat sesuatu yang tidak ia miliki : rumah orang lain yang lebih mewah, mobil orang lain yang lebih bagus, atau uang orang lain yang lebih banyak. Hatinya lebih bergejolak memikirkan hal-hal yang tidak dimilikinya daripada menikmati apa-apa yang dimilikinya..
Karenanya kunci bagi orang yang memiliki hati yang bening adalah tundukkan pandangan! Mendapati lawan jenis yang bukan muhrim, cepat-cepatlah tundukkan pandangan. Kalau melihat dunia jangan sekali-kali melihat ke atas. Akan capek kita jadinya, karena rizki yang telah menjadi hak kita tidak akan kita dapatkan. Lebih baik lihatlah ke bawah. Tengoklah orang yang lebih fakir dan lebih menderita daripada kita. Lihatlah orang yang jauh lebih sederhana hidupnya. Semakin sering melihat ke bawah, subhanallah, hati ini akan semakin dipenuhi oleh rasa syukur dibanding dengan orang yang suka menengadah ke atas.
Kalaupun kita akan melihat ke atas, tancapkan pandangan kita ke yang Mahaatas sekaligus, yakni kepada Zat Penguasa alam semesta. Allahu Akbar! Lihatlah Kemahakuasaan-Nya, Allah Mahakaya dan tidak pernah berkurang kekayaan-Nya walaupun selalu kita minta sampai akhir hayat. Orang yang hanya melihat ke atas dalam urusan dunia, hatinya akan cepat kotor dan hancur. Sebaliknya, kalau tunduk dalam melihat dunia dan tengadah dalam melihat keagungan serta kebesaran Allah, maka tidak bisa tidak kita akan menjadi orang yang memiliki hati bersih yang selamat.
Buya Hamka (alm) pernah berkata, "Mengapa manusia bersikap bodoh? Tidakkah engkau tatap langit yang biru dengan awan yang berarak seputih kapas? Atau engkau turuni ke lembah sehingga akan kau dapatkan air yang bening. Atau engkau bangun di malam hari, kau saksikan bintang gemintang bertaburan di langit biru dan rembulan yang tidak pernah bosan orang menatapnya. Atau engkau dengarkan suara jangkrik dan katak saling bersahutan. Sekiranya seseorang amat gemar memandang keindahan, amat senang mendengar keindahan, niscaya hatinya akan terbebas dari perbuatan keji. Karena sesungguhnya keji itu buruk, sedangkan yang buruk itu tidak akan pernah bersatu dengan keindahan."
Berbahagialah orang yang senang melihat kebaikan orang lain. Tatkala mendapatkan seseorang tidak baik kelakuannya, ia segera mahfum bahwa manusia itu bukanlah malaikat. Di balik segala kekurangan yang dimilikinya pasti ada kebaikannya. Perhatikanlah kebaikannya itu sehingga akan tumbuh rasa kasih sayang di hati. Mendengar seseorang selalu berbicara buruk dan menyakitkan, segera mahfum. Siapa tahu sekarang ia berbicara buruk, namun besok lusa berubah menjadi berbicara baik. Karenanya, dengan mendengarkan kata-kata yang baik-baiknya saja, niscaya akan tumbuh rasa kasih sayang di hati.
Jalaluddin Rumi pernah berkata, "Orang yang begitu senang dan nikmat melihat dan menyebut-nyebut kebaikan orang lain bagaikan hidup di sebuah taman yang indah. Ke sini anggrek, ke sana melati. Pokoknya kemana saja mata memandang yang nampak adalah bebungaan yang indah dan harum mewangi. Dimana-mana yang terlihat hanya keindahan. Sebaliknya, orang yang gemar melihat aib dan kejelekkan orang lain, pikirannya hanya diselimuti dengan aneka keburukan sementara hatinya hanya dikepung dengan prasangka-prasangka buruk. Karenanya, kemana pun matanya melihat, yang tampak adalah ular, kalajengking, duri, dan sebagainya. Dimana saja ia berada senantiasa tidak akan pernah dapat menikmati indahnya hidup ini."
Sungguh berbahagialah orang yang pandai memelihara pandangannya karena ia akan senantiasa merasakan nikmatnya kebeningan hati. Allah Azza wa Jalla adalah Zat Maha Pembolak-balik hati hamba-Nya. Sama sekali tidak sulit baginya untuk menolong siapapun yang merindukan hati yang bersih dan bening sekiranya ia berikhtiar sungguh-sungguh. Allahu’alaM.***
Rabu, Januari 01, 2020 | 2 komentar | Read More

KEUTAMAAN DZIKIR HAILALAH (LA ILAHA ILLALLOH)



1. SEBAGAI KUNCINYA SURGA, BENTENGNYA ALLOH DAN AMAN DARI SIKSA

ففى الحديث القدسي عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:" يقول الله تعالى لا إله إلا الله حصني فمن دخله أمن عذابي"؛ مسند الشهاب.

" La ilaha Illalloh adalah Ucapanku, dan Aku adalah itu, barang siapa yang mengucapkannya, maka ia masuk dalam bentengku, dan siapapun yang masuk dalam bentengku maka ia akan aman dari siksaku ". hadist diriwayatkan oleh Imam Sairozi. (musnad as-shihab)

وعن عثمان بن عفان عن عمر بن الخطاب قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إني لأعلم كلمة لا يقولها عبد حقا من قلبه فيموت على ذلك إلا حرمه الله على النار: لا اله إلا الله", رواه ابن حبان فى صحيحه.

sungguh aku tidak mengetahui suatu kalimat yang diucapkan seorang hamba dengan benar benar dari hatinya kemudian dia meninggal dalam keadaan tersebut kecuali allah mengharamkan jasadnya masuk kedalam neraka yaitu la ilaha illalloh (HR ibnu hibban dalam shohihnya)

وعن عبدالله بن عمرو بن العاص قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "إن الله يستخلص رجلا من أمتي على رؤوس الخلائق يوم القيامة فينشر عليه تسعة وتسعين سجلا كل سجل مثل هذا ثم يقول أتنكر من هذا شيئا أظلمك كتبتي الحافظون فيقول لا يا رب فيقول أفلك عذر فيقول لا يا رب فيقول بلى إن لك عندنا حسنة وإنه لا ظلم عليك اليوم فيخرج بطاقة فيها أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله فيقول يا رب ما هذه البطاقة مع هذه السجلات فقال إنك لا تظلم قال فتوضع السجلات في كفة والبطاقة في كفة فطاشت السجلات وثقلت البطاقة ولا يثقل مع اسم الله شيء" رواه الترمذي وقال حديث حسن غريب، وابن حبان في صحيحه، والحاكم والبيهقى، وقال الحاكم: صحيح على شرط مسلم.

وعن أبى ذر رضي الله عنه قال أتيت النبي الله صلى الله عليه وسلم وعليه ثوب أبيض وهو نائم ثم أتيته وقد استيقظ فقال: "ما من عبد قال لا إله إلا الله ثم مات على ذلك إلا دخل الجنة قلت وإن زنى وإن سرق قال وإن زنى وإن سرق قلت وإن زنى وإن سرق قال وإن زنى وإن سرق قلت وإن زنى وإن سرق قال وإن زنى وإن سرق على رغم أنف أبي ذر"؛ رواه البخارى.

وعن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "مفاتيح الجنة شهادة أن لا اله إلا الله" رواه أحمد.

وعن بن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " لقنوا موتاكم شهادة أن لا إله إلا الله فمن قالها عند موته وجبت له الجنة قالوا يا رسول الله فمن قالها في صحة قال تلك أوجب وأوجب ثم قال والذي نفسي بيده لو جئ بالسماوات والأرضين ومن فيهن وما بينهن وما تحتهن فوضعت في كفة الميزان ووضعت شهادة أن لا إله إلا الله في الكفة الأخرى لرجحت بهن" رواه الطبرانى.

وعن أبى موسى عن أبيه قال: أتيت النبي صلى الله عليه وسلم ومعي نفر من قومي فقال: "ابشروا وبشروا من وراءكم، أنه من شهد أنه لا إله إلا الله صادقا بها دخل الجنة" فخرجنا من عند النبي صلى الله عليه وسلم نبشر الناس، فاستقبلنا عمر بن الخطاب، فرجع بنا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله! إذا يتكل الناس، فسكت رسول الله صلى الله عليه وسلم. رواه أحمد والطبراني ورجاله ثقات.

2. PALING BESARNYA SEBAB YANG MENGHANTARKAN SESEORANG KEPADA AMPUNAN ALLOH JALLA WA'ALA DAN PEMBACANYA MEMPEROLEH SYAFAAT RASULULLAH SHALLALLOHU ALAIHI WASALLAM

ففى الصحيح عن أبى هريرة رضي الله عنه قال "قلت يا رسول الله من أسعد الناس بشفاعتك يوم القيامة؟ قال رسول الله: "لقد ظننت يا أبا هريرة أن لا يسألني عن هذا الحديث أحد أول منك لما رأيت من حرصك على الحديث، أسعد الناس بشفاعتي يوم القيامة من قال: لا اله إلا الله خالصا من قلبه أو نفسه" رواه البخاري.

وعن أنس قال قال رسول الله الله صلى الله عليه وسلم: "ما قال عبد لا إله إلا الله في ساعة من ليل أو نهار إلا طمست ما في صحيفته من السيئات حتى يسكن إلى مثلها من الحسنات"؛ رواه أبى يعلى التميمى فى مسنده.

3. SEBAIK BAIKNYA DZIKIR (ANTARA DIA DAN ALLAH TIDAK ADA HIJAB)

عن جابر رضي الله عنه قال: سمعت النبى صلى الله عليه وسلم يقول: "أفضل الذكر لا إله إلا الله وافضل الدعاء الحمدلله" رواه الترمذي وقال: حديث حسن, والحاكم وقال صحيح الأسناد.

artinya : " utamanya dzikir adalah la ilaha illallah dan utamanya do'a adalah Alhamdulillah " ( hadist di riwayatkan oleh Imam Tirmidzi,Imam Nasa'i ,Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Imam Hakim dari Imam Jabir.)

وعن عبد الله بن عمرو قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "التسبيح نصف الميزان والحمد يملأه ولا إله إلا الله ليس لها دون الله حجاب حتى تخلص إليه" رواه الترمذى.

وعن طلحة بن عبيد الله بن كريز ان رسول الله الله صلى الله عليه وسلم  قال: "أفضل الدعاء دعاء يوم عرفة وأفضل ما قلت أنا والنبيون من قبلي لا إله إلا الله وحده لا شريك له"؛ رواه الأمام مالك.

4. BEBERAPA KEUTAMAAN DZIKIR HAILALAH TELAH DIJELASKAN DALAM HADITS HADITS RASULULLAH ANTARA LAIN :

عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "أكثروا من شهادة أن لا اله إلا الله قبل أن يحال بينكم وبينها" رواه أبو يعلى ورجاله رجال الصحيح.

وعن يعلى بن شداد قال حدثني أبي شداد بن أوس وعبادة بن الصامت حاضر يصدقه قال إنا لعند رسول الله الله صلى الله عليه وسلم إذ قال: "هل فيكم غريب يعني أهل الكتاب قلنا لا يا رسول الله فأمر بغلق الباب فقال ارفعوا أيديكم فقولوا لا إله إلا الله فرفعنا أيدينا ساعة ثم وضع رسول الله الله صلى الله عليه وسلم يده ثم قال الحمد لله اللهم إنك بعثتني بهذه الكلمة وأمرتني بها ووعدتني عليها الجنة إنك لا تخلف الميعاد ثم قال أبشروا فإن الله قد غفر لكم" رواه الحاكم وأحمد والطبراني وابن حبان.

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "قال موسى عليه السلام يا رب علمني شيئا اذكرك به وأدعوك به قال يا موسى قل لا إله إلا الله قال يا رب كل عبادك يقول هذا قال قل لا إله إلا الله قال لا إله إلا أنت يا رب إنما أريد شيئا تخصني به قال يا موسى لو كانت السماوات السبع وعامرهن غيري والأرضين السبع في كفة ولا إله إلا الله في كفة مالت بهن لا إله إلا الله" رواه الحاكم وقال هذا حديث صحيح الإسناد، ورواه النسائى وابن حبان في صحيحه.

وعن أم هانئ بنت أبي طالب رضي الله عنها قالت قلت   يا نبي الله إني امرأة قد كبرت وضعفت فدلني على عمل, قال: "كبري الله مائة مرة واحمدي الله مائة مرة وسبحي الله مائة مرة فهو خير لك من مائة بدنة متقبلة وخير من مائة فرس مسرج ملجم في سبيل الله وخير من مائة رقبة متقبلة وقول لا إله إلا الله لا يترك ذنبا ولا يشبهها عمل" رواه الحاكم وقال هذا حديث صحيح الإسناد.

وعن أبي الدرداء عن النبي الله صلى الله عليه وسلم  قال: "ما من عبد يقول لا إله إلا الله مائة مرة إلا بعثه الله يوم القيامة ووجهه كالقمر ليلة البدر ولم يرفع لأحد يومئذ عمل أفضل من عمله إلا من قال مثل قوله أو زاد"؛ رواه الطبرانى فى مسند الشاميين.

وعن ابن عمر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "ليس على أهل لا إله إلا الله وحشة في قبورهم ولا منشرهم وكأني أنظر إلى أهل لا إله إلا الله وهم ينفضون التراب عن رؤوسهم ويقولون الحمد لله الذي أذهب عنا الحزن"؛ أخرجه الطبراني وأبو يعلى والبيهقى في الشعب.

وعن أبى هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "جددوا إيمانكم، قيل: يا رسول الله وكيف نجدد إيماننا؟ قال أكثروا من قول لا اله إلا الله"؛ رواه الحاكم وقال صحيح الأسناد.



Senin, Desember 31, 2012 | 0 komentar | Read More

BAHAYA MENULIS (BERKOMENTAR)




Jangan Menulis ( Berkomentar) Kecuali Sesuatu Yang Baik Dan Bermanfaat, Hindari Hinaan, Cemo’ohan Dan Merendahkan Orang Lain.
____________________________

وما من كاتب الا سيبلى # و يبقى الدهر ما كتبت يداه
فلا تكتب بكفك غير شيئ # يسرك فى القيامة ان تراه

Dan tiadalah penulis melainkan akan mati
Dan tinggal berzaman (masih ada) apa yang telah ditulis tangannya

Maka jangan kau tulis dengan tanganmu selain sesuatu Yang menyukakanmu di hari kiamat jika kau melihatnya (perkara baik)
____________________________

Renungkan-lah bahr wafir yang disusun oleh Sufi Agung, Syaikh Dzun Nun al-Mishri rodhiyallohu wa ardhoh. semoga dapat menjadi panduan ketika kita menggerakkan jari-jemari kita untuk menulis sesuatu.

Alangkah malangnya kita jika sekiranya dalam alam kubur pun dosa kesesatan dan keonaran atas apa yang telah kita tulis terus mengalir. Malang sungguh malang, beribu malang, bahkan berjuta malang,

Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa kesalahan kita dan dosa kesalahan para penulis yang mukhlisin yang “tersandung” dalam menulis dan mudah-mudahan tulisan-tulisan tersebut dihapuskan agar kesalahannya tidak berpanjangan.

Wallahu A’lam Wa Ilaihil Musta’an.



Senin, Desember 31, 2012 | 0 komentar | Read More

NAMA KITAB KITAB TASAWUF TERKEMUKA (BERIKUT PENGARANGNYA)


BERIKUT NAMA NAMA KITAB DALAM BIDANG TASAWUF BESERTA PENGARANGNYA :

1.                إحياء علوم الدين، تأليف أبو حامد الغزالي.

2.                المنقذ من الضلال، تأليف أبو حامد الغزالي.

3.                منهاج العابدين إلى جنة رب العالمين، تأليف أبو حامد الغزالي.

4.                الأربعين في أصول الدين، تأليف أبو حامد الغزالي.

5.                الفتح الرباني والفيض الرحماني، تأليف الشيخ عبد القادر الجيلاني.

6.                غنية الطالبين، تأليف الشيخ عبد القادر الجيلاني.

7.                الفتوحات المكية، تأليف الشيخ محيي الدين ابن عربي.

8.                رسالة آداب سلوك المريد، تأليف الشيخ عبد الله بن علوي الحداد.

9.                قواعد التصوف، تأليف الشيخ أحمد زروق.

10.           الحكم ، تأليف ابن عطاء الله السكندري.

11.           تاج العروس الحاوي لتهذيب النفوس، تأليف ابن عطاء الله السكندري.

12.           آداب النفوس، تأليف الشيخ الحارث المحاسبي.

13.           بدء من أناب إلى الله، تأليف الشيخ الحارث المحاسبي.

14.           البرهان المؤيد، تأليف الشيخ أحمد بن علي الرفاعي.

15.           بستان العارفين، تأليف النووي.

16.           قوت القلوب، تأليف أبو طالب المكي.

17.           مكتوبات الربانية، تأليف الشيخ أحمد السرهندي.

18.           التعرف على مذهب أهل التصوف، تأليف أبو بكر الكلاباذي، قالوا عنه: لولا التعرّف ما عرف التصوّف.

19.           عوارف المعارف، تأليف عبد القادر بن عبد الله السهروردي.

20.           جامع كرامات الأولياء، تأليف يوسف النبهاني.

21.           دلائل الخيرات، تأليف الجزولي.

22.           الأنوار القدسية في معرفة قواعد الصوفية، تأليفعبد الوهاب الشعراني.

23.           اليواقيت والجواهر، تأليف عبد الوهاب الشعراني.

24.           كتب الحكيم الترمذي أبي عبد الله محمد بن علي.

25.           مدارج السالكين شرح منازل السائرين، تأليف ابن القيم.

26.           منازل السائرين، تأليف الهروي.

27.           الفتوحات الإلهية شرح المباحث الأصلية، تأليف ابن عجيبة.

28.           معراج التشوف إلى التصوف، تأليف بن عجيبة.

29.           كتاب تنوير القلوب في معاملة علام الغيوب، للشيخ محمد أمين الكردي.

30.           كتاب تربيتنا الروحية، تأليف الشيخ سعيد حوى.

31.           الطريق إلى الله، تأليف الشيخ علي جمعة.

32.           الموسوعة اليوسفية في بيان أدلة الصوفية، الشيخ يوسف خطار محمد.

33.           موسوعة الكسنزان الصوفية الكاملة 24 مجلد، تأليف محمد عبد الكريم الكسنزان.

34.           حقائق عن التصوف، تأليف عبد القادر عيسى.

35.           تاريخ الصوفية، تأليف عبد القادر عيسى

36.           نعت البدايات وتوصيف النهايات تاليف ماء العينين القلقمي.

37.              هكذا ظهر جيل صلاح الدين، تأليف ماجد عرسان الكيلاني.

Minggu, Juli 29, 2012 | 0 komentar | Read More

MENGENAL ULAMA ULAMA SUFI YANG AGUNG DARI MASA KE MASA (168 TOKOH)



انتسب إلى التصوف علماء كثيرون من أهل السنة، منهم:

1.           الفضيل بن عياض.
2.           إبراهيم بن أدهم.
3.           داود الطائي.
4.           سفيان بن عيينة.
5.           أبو سليمان الداراني.
6.           بشر الحافي.
7.           الجنيد البغدادي.
8.           معروف الكرخي.
9.           السري السقطي.
10.        شقيق البلخي.
11.        حاتم الأصم
12.        ذو النون المصري.
13.        أبو القاسم عبد الكريم بن هوزان القشيري.
14.        أبو سعيد الخراز.
15.        الحارث المحاسبي.
16.        يحيى بن معاذ الرازي.
17.        أبو بكر الوراق.
18.        أبو القاسم السمرقندي.
19.        أبو عبد الله البلخي.
20.         عبد القادر الجيلاني.
21.        أبو الحسن الشاذلي.
22.        أبو العباس المرسي.
23.        ابن عطاء الله السكندري.
24.        أحمد الرفاعي.
25.        أبو حامد الغزالي.
26.        زكريا الأنصاري.
27.        منصور الحلاج.
28.        رابعة العدوية.
29.        إبراهيم الدسوقي.
30.        الخطيب الشربيني.
31.        أبو طالب المكي.
32.        أبو يزيد البسطامي.
33.        محيي الدين ابن عربي.
34.        عبد الغني النابلسي.
35.        يحيى بن شرف النووي.
36.        ابن حجر العسقلاني.
37.        ابن حجر الهيتمي.
38.        تقي الدين السبكي.
39.        الشيخ محمد فاضل بن مامين
40.        تاج الدين السبكي.
41.        جلال الدين السيوطي.
42.        ابن الجزري، شيخ القراء[99].
43.        العز بن عبد السلام [100]
44.        أحمد الدردير المالكي.
45.        شهاب الدين السهروردي.
46.        عبد الوهاب الشعراني.
47.        عبد الله بن علوي الحداد.
48.        الحافظ أبو نعيم.
49.        أبو القاسم النصرَاباذي.
50.        أبو علي ‏الروذباري.
51.        أبو العباسْ الدَينوري
52.        القاضي بكارِ بن ‏قتيبةَ
53.        القاضي رُوَيمْ بن أحمد البغدادي
54.        الشيخ محمد بن خَفيفٍ ‏الشيرازي الشافعي
55.        أبي الفضل ‏محمد المقدسي
56.        حافظ ابن ‏الصلاح.
57.        أبو ‏الحسن الهِيكاري.
58.        نجم الدين الخَبوشاني الشافعي.
59.        ‏ابن الملقن.
60.        أبو عبد الرحمن السلمي.
61.        أبو عبد العزيز أحمد بن صالح الفقيه اليحصبي.
62.        الحافظ جمال ‏الدين محمد بن علي الصابوني.
63.        الحافظ شرف الدين أبي محمد عبد المؤمن ‏الدمياطي.
64.        الحافظ أبي طاهر السِّلَفي.
65.        المسند المعمّر جمال الدين أبي ‏المحاسنْ يوسف‎ ‎الحنبلي.
66.        قاضي القضاة شمس الدين أبي عبد الله محمد ‏المقدسي
67.        شرف الدين أبي البركات محمد الجُذامي المالكي.
68.        ‏بهاء الدين أبي الحسن علي بن أبي الفضائل هبة الله بن سلامة.
69.        جمال الدين محمد ‏المعروف بابن النقيب.
70.        قاضي القضاة الشيخ عز الدين عبد العزيز.
71.        ‏قاضي القضاة بدر الدين أبي عبد الله محمد.
72.        برهان ‏الدين إبراهيم بن سعد بن جماعة الكِناني الشافعي.
73.        أبو عبد الله ‏محمد بن الفُرات.
74.        قاضي القضاة تقي الدين أبي عبد الله محمد بن الحسين ‏بن رُزَيْن الحموي الشافعي.
75.        صدر الدين أبو الحسن محمد.
76.        عماد الدين أو الفتح عمر.
77.        معين ‏الدين أبو عبد الله محمد.
78.        المفسّر النحوي أبو حيان الأندلسي.
79.        قطب الدين القَسطلاني.
80.        كمال الدين ابن النقيب.
81.        الحافظ أبي موسى المَديني.
82.        علامة نجم الدين أبو النعمان بشير بن أبي ‏بكر حامد الجُبعْبري التبريزي.
83.        عبد الواحد بن عاشرٍ الأنصاري المالكي.
84.        الشيخ أحمد بن ‏المبارك اللّمْطي.
85.        أحمد التيجاني.
86.        مفتي اقريقيا الشيخ إبراهيم الرياحي التونسي.
87.        الشيخ ماء العينين القلقمي.
88.        سيد أحمد البكاي الكنتي.


من المتأخرين


1.           القطب صالح الجعفرى,في مصر
2.           عبد الحليم محمود، في مصر.
3.           إبراهيم الباجوري، في مصر.
4.           محمد متولي الشعراوي، في مصر.
5.           حسن البنا، في مصر.
6.           سيدى محمد الجمل الدلنجات-البحيرة-مصر
7.           حسنين مخلوف، مفتي الديار المصرية سابقا.
8.           عبد الرحمن الشاغوري، في سوريا.
9.           محمد الهاشمي التلمساني، في سوريا.
10.        عبد القادر عيسى، في سوريا.
11.        الملا سعيد رمضان البوطي، في سوريا.
12.        محمد الحامد، في سوريا.
13.        مصطفى سعيد الخن، في سوريا.
14.        محمود بن عبد الرحمن الشقفة، في سوريا.
15.        سعيد حوى، في سوريا.
16.        أحمد كفتارو، في سوريا.
17.        عبد الحكيم كفتارو، في سوريا.
18.        محمد سعيد الكردي، في الأردن.
19.        يوسف النبهاني، في فلسطين.
20.        عبد القادر بن أحمد السقاف، في السعودية.
21.        محمد علوي المالكي، في السعودية.
22.        أحمد العلاوي، في الجزائر.
23.        أحمد بن صديق الغماري، في المغرب.
24.        عبد الله بن الصديق الغماري، في المغرب.
25.        الشيخ امربيه رب في المغرب
26.        سيد المختار الكنتي، في موريتانيا.


من المعاصرين


1.           سيدي محمد الفوزي الكركري، في المغرب.
2.           حمزة بن العباس البودشيشي، في المغرب.
3.           محمد سعيد رمضان البوطي، في سوريا.
4.           أحمد بدر الدين حسون مفتي سوريا، في سوريا.
5.           محمود الدرّة، في سوريا.
6.           محمد بسام الزين، في سوريا.
7.           محمود أحمد زين، في سوريا.
8.           أسامة الرفاعي، مفتي عكار، في لبنان.
9.           علي جمعة مفتي الديار المصرية، في مصر.
10.        أحمد عمر هاشم، رئيس جامعة الأزهر السابق، في مصر.
11.        أحمد الطيب، شيخ الأزهر، في مصر.
12.        محمد بن إبراهيم بن عبد الباعث الكتاني، في مصر.
13.        أحمد مرسى أحمد زهران، فيمصر، مواليد1923.
14.        الشيخ محمد الشندويلي [مصر]
15.        محمد عز الدين الغرياني، ليبيا
16.        محمد صلاح الدين المستاوي، تونس
17.        أحمد الجامي، في تركيا.
18.        محمد ناظم الحقاني، شيخ الطريقة النقشبندية، في قبرص.
19.        محمد هشام قباني، في لبنان.
20.        وصال عبد العزيز ال عطيه االسعوديه.
21.        محمد عبد الغفار الشريف، في الكويت.
22.        يوسف الرفاعي، في الكويت.
23.        علي الجفري، في اليمن.
24.        عمر بن حفيظ، في اليمن.
25.        سالم بن عبد الله الشاطري، مدير رباط تريم، في اليمن.
26.        حسن بن صالح العطاس ( البحر )، في اليمن .
27.        نوح القضاة المفتي العام سابقاً، في الأردن.
28.        معاذ سعيد حوى، في الأردن.
29.        نوح كلر، في الأردن.
30.        حسني الشريف، في الأردن.
31.        حازم أبو غزالة، في الأردن.
32.        إسماعيل الكردي، في الأردن.
33.        سعيد فودة، في الأردن.
34.        ناصر الدين الخطيب، في الأردن.
35.        عبد الكريم حماد عرابي، في الأردن.
36.        ممدوح المنديل، في الأردن.
37.        عبد الله فدعق، في السعودية.
38.        أحمد بن محمد العلوي المالكي، في السعودية.
39.        محمد بن عبد الرحمن السقاف، في السعودية.
40.        زين بن سميط، في السعودية.
41.        عبد الله بن بيه، في موريتانيا.
42.        محمود رفاعي حمادة، في سوريا.
43.        سعيد الكحيل، في سوريا.
44.        عدنان السقا، في سوريا.
45.        مصطفى البغا، في سوريا.
46.        محمد المصطفى ماء العينين، في المغرب.
47.        محمود عبد الناصر البرهامي.
48.        خواجة شمس الدين عظيمي، شيخ السلسلة العظيمية.
49.        محمد ماء العينين في المغرب
50.        رجب ديب في سوريا
51.        عبيد الله القادري الحسيني في سوريا
52.        مخلف العلي القادري الحسيني في سوريا
53.        محمد رشاد البيتي في السعودية
54.        الحبيب نور الدين بن علي بن محمد بن حسن السليماني الهاشمي الأمير شيخالطريقة النونية الرفاعية الشافعية.

Minggu, Juli 29, 2012 | 0 komentar | Read More